Showing posts with label Photography. Show all posts
Showing posts with label Photography. Show all posts

Saturday, May 23, 2020

Tips cara mudah membuat Transparent Image .png dengan Powerpoint

Microsoft Powerpoint terkenal sangat mudah digunakan dan powerful untuk mengolah gabungan text dan grafis untuk presentasi maupun untuk dokumen lainnya.

Transparent Image, gambar grafis (atau text) yang mengandung bagian transparan dalam format file .png sering kali dibutuhkan untuk penggabungan (overlay) dengan gambar grafis lain di aplikasi lainnya (selain Powerpoint). 

Mengapa topik ini penting, karena membuat tulisan dan grafis semakin mudah di Powerpoint sekalipun dengan kemampuan grafis yang seadanya. Pertama karena template yang tersedia begitu banyak, kemudian tersedianya berbagai bentuk-bentuk grafis dasar, sangat intuitif untuk dioperasikan: edit, copy, cut (potong), geser, overlay, perbesar, perkecil, transformasi, berbagai font huruf, warna, smart art, dsb.
Ditambah dengan fasilitas untuk "Save as Picture" .png yang bisa langsung menghasilkan Image Transparent, maka makin lengkaplah fiturnya.

Untuk memproduksi Image Transparent di Powerpoint ... sangat mudah seperti berikut ini:
-- Buat text dan grafis
-- Pilih semua (Select All) text dan grafis yang akan di-transparan-kan
-- Klik kanan "Save as Picture" ... biarkan default extension file .PNG
-- Pilih nama file grafis
-- Save file

Gambar berikut ini sepenuhnya dibuat di Powerpoint dan di "Save as Picture" menjadi Transparent Image (*.png) dimana bagian yang tidak garis atau arsirannya akan menjadi transparan, sehingga grafis lain dibawahnya akan tembus pandang:
Ketika grafis di atas dioverlay terhadap tulisan atau grafis lain, akan terlihat seperti gambar berikut ini:


VLOG youtube contoh proses pembuatan text dan grafis sederhana pada Powerpoint dapat dilihat di sini:

                                          https://youtu.be/eUVfDZO6w2A

Saturday, March 29, 2014

Mengapa Sulit Menemukan Lokasi Pesawat MH370 dengan Pencitraan Satelit ?



Teknologi pencitraan satelit (satellite imaging atau remote sensing) sudah sangat maju saat ini, tetapi mengapa (tetap) sulit menemukan lokasi pesawat MAS MH370 yang diperkirakan telah jatuh dengan bantuan pencitraan satelit tersebut? Pertanyaan yang banyak muncul mengingat kemajuan teknologi yang ada saat ini.

Saturday, January 5, 2013

Pengalaman Melihat Gejala Serangan / Pembengkakan Jantung

Organ jantung sangat vital untuk tubuh kita, pengalaman melihat gejala serangan jantung pada orang lain merupakan hal yang sangat berharga buat saya pribadi.
Saya perhatikan bahwa gejala awal serangan / pembengkakan jantung adalah perasaan tidak nyaman, serasa ingin dipijat pada bagian dada sebelah kiri juga seperti perasaan masuk angin. Ketika melakukan aktifitas yang lebih berat seperti menggendong anak atau naik tangga maka rasa sakit akan makin menjadi. Jika sebelumnya telah memiliki riwayat tekanan darah yang di atas normal maka penderita sebaiknya segera diantarkan ke rumah sakit / dokter medis terdekat untuk mendapatkan diagnosa dan tindakan cepat. Pergi ke UGD di rumah sakit yang ada dokter spesialis jantung adalah pilihan yang terbaik.

Thursday, November 1, 2012

Foto Makro dengan Lensa Dibalik (Reverse Lens)

Membuat foto makro atau pembesaran dari benda atau makhluk kecil seperti semut, nyamuk, lalat, dsb sangat menarik dan cukup menantang tentunya. Untuk peralatan pendukungnya bisa menggunakan lensa makro yang khusus dibuat (baca mahal) atau bisa mencoba bereksperimen dengan lensa yang dibalik (reverse lens) yang murah meriah walaupun dengan segala keterbasannya. Berikut ini dibeberkan teknik foto makro dengan lensa dibalik (reverse lens).

Peralatan yang dibutuhkan adalah kamera DSLR (tentunya), kemudian lensa standar biasa 18-55mm atau bisa dicoba juga lensa lainnya seperti fixed 55mm (dsb), kemudian adalah reverse lens converter yang saat ini sudah banyak dijual di toko-toko kamera.

Perhatikan gambar di sebelah kiri, yang paling kiri adalah lensa standar yang dipasang terbalik dimana ulir bagian depannya dipasangkan ke converter yang terlihat di tengah,  dan di sebelah kanan adalah body dari DSLR.

Setelah lensa dan converter dipasang akan tampak seperti gambar di bawah ini. Dimana bagian belakang lensa yang biasanya menempel ke badan dari kamera akan menjadi bagia depan yang berhadapan langsung dengan obyek.





Pada teknik reverse lens ini diafragma lensa akan sangat kecil (f-nya bernilai besar sekali) sehingga butuh pencahayaan yang kuat atau menggunakan flash untuk mendapatkan hasil yang terang. Pada kamera, posisi diafragma akan terdeteksi sebagai f/0 dan tidak bisa diatur, tinggal yang bisa kita mainkan hanya kecepatan bukaan (shutter speed) saja. Dari pengalaman bahwa dengan sinar matahari yang terik bisa menggunakan kecepatan 1/30, 1/15 atau lebih lambat lagi, jika menggunakan flash bisa di sekitar 1/200 atau 1/160.

Untuk mendapatkan hasil foto makro dari nyamuk ladang (yang lebih kecil ukurannya dibanding nyamuk gedongan) yang sedang menghirup darah kaki seperti yang ditampilkan di sebelah ini cukup mudah dengan teknis reverse lens.
Tetapi untuk mendapatkan hasil yang lebih dramatis tentunya mesti telaten dan terus mencoba.

Terutama repotnya adalah karena jarak lensa ke obyek yang harus sangat dekat yakni hanya pada kisaran 3 - 10 cm saja ! Jadi harus lebih hati-hati dalam mengendus obyek yang cukup liar ... Ditambah lagi karena bagian belakang lensa (yang bertukar tempat ke bagian depan) yang lebih berat menyebabkan pengaturan zoom dan fokus (hanya bisa manual) menjadi agak liar dan perlu banyak latihan.

(Tangsel 1-nov-12)

Thursday, October 25, 2012

Cara Mencetak Gambar Besar ke Beberapa Halaman pada GIMP

Seringkali kita perlu cara mencetak gambar besar ke beberapa halaman pada aplikasi GIMP. Misalnya saja kita ingin mencetak gambar ukuran A0, tetapi karena  printer hanya maksimal A4 maka dapat kita akali dengan mencetak bagian gambar pada 4 buah A4. Caranya adalah membagi gambar tersebut dan memisahkannya menjadi gambar pecahan baru, setelah itu baru dicetak. Langkah-langkahnya diuraikan berikut ini.

1. Buka file gambar dalam GIMP
2. Klik "View - Show Grid"
3. Klik "Image - Configure Grid" dan atur lebar/panjang grid yang diinginkan, misalnya mau dibagi
untuk ukuran kertas A4, maka tentukan lebar 8,27 inci x 11,69 inci seperti pada gambar di bawah. Jangan lupa meng-klik di gambar rantai, untuk memutuskan ikatan rasio panjang - lebar.

Wednesday, October 3, 2012

Cara Menggabungkan Foto pada GIMP

Seperti kita ketahui GIMP adalah aplikasi pemrosesan foto yang sangat baik yang mendekati kemampuan PhotoShop namun tidak berbayar alias gratis. Bagi yang biasa menggunakan PhotoShop tidak akan terlalu sulit untuk pindah ke GIMP. Berikut ini adalah trik cepat untuk cara menggabungkan foto pada GIMP.
Langkah-langkah yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut:
1. Buka foto pertama dengan GIMP
2. Buka foto kedua dengan GIMP, dan copy kan bagian yang akan digabungkan ke foto pertama.
3. Kemudian Paste foto kedua pada foto pertama dan kemudian atur/geser foto kedua tsb ke posisi yang diinginkan.
4. Klik Image - Fit Canvas to Layers
5. Pada foto kedua yang telah di-paste-kan, klik kanan dan pilih Layer - New Layer.
6. Pada foto kedua yang telah di-paste-kan, klik kanan dan pilih Layer - Merge Down.

Langkah ke-6 di atas tidak perlu dijalankan seandainya layer dari foto kedua ingin dipertahankan.

(Tangsel 2oct12)

Sunday, March 11, 2012

Olah foto digital - Rumah Kayu dan Ladang Padi

Rumah kayu dan ladang padi ... foto diambil di desa Leuwilalay dekat sungai Citatih - Sukabumi - Jawa Barat.
Rumah Kayu dan Ladang Padi

Tinggal di daerah pedesaan yang sejuk dikelilingi oleh pohon-pohon dan ladang padi yang produktif ... rasanya pastilah menyenangkan ... Barangkali ini menjadi angan-angan banyak orang di kota besar seperti Jakarta yang padat, macet, polusi, yang mesti dihadapi setiap harinya ...

Saya pun ingin suatu saat nanti ketika kelelahan hidup di kota besar sudah tidak terbendung lagi ...



Bicara mengenai olah foto digital, kalau foto di atas diolah dengan aplikasi fotografi seperti photoshop bisa menghasilkan "lukisan" seperti gambar ini ...
Olah Digital - Rumah Kayu dan Ladang Padi
Olah digital yang dilakukan terhadap rumah kayu dan ladang padi tersebut adalah Filter - Brust Srokes - Accented Edges ...














(TangSel 11mar12)

Monday, January 10, 2011

Pilihan Lensa dan Kamera DSLR

Pada awalnya kamera agak serius yang saya beli adalah kamera Semi-DSLR (Semi-Digital Single Lens Reflector), tetapi keterbatasan dalam pengaturan parameter kamera (terutama speed, diafragma, focus point) dan respons kamera dari 'off' ke 'on' yang lambat yang mengakibatkan seringnya kehilangan momen dadakan, yang menguatkan keputusan saya untuk beralih ke kamera DSLR betulan.

Cari-cari info di internet yang sesuai dengan anggaran yang terbatas mengarahkan saya ke situsnya pak Ken Rockwell di http://kenrockwell.com/
Lepas dari kontroversi kecenderungan dia yang dicurigai 'membela' merk tertentu maka saya putuskan untuk memulai petualangan dengan membeli Nikon D40 baru dengan lensa standarnya Nikkor 18-55mm f/3.5-5.6G ED. Setelah beberapa lama mulai terasa perlunya lensa tele untuk menzoom obyek jauh, dengan pertimbangan anggaran dan keraguan maka saat itu diputuskan membeli lensa Nikkor 50-200mm VR seharga kurang lebih 2,5 juta. Pada saat itu harga Nikkor 18-200mm VR yang menjadi idaman masih terlalu mahal (6 juta-an).
Hasil lensa 50-200mm VR tersebut sangat memuaskan, foto kupu-kupu di bawah ini adalah hasil dari lensa tsb. 
Kupu-kupu dan bunga

Kekurangannya adalah perlunya sering ganti-gant lensa dari 55-200mm ke 18-55mm pada saat berpindah dari outdoor ke indoor ...



Perangkat berikutnya yang diakuisisi yang sangat membantu dalam pencahayaan adalah flash Nikon Speedlight SB-400, ini perangkat kecil-kecil cabe rawit. Kekurangannya adalah posisinya statis, artinya flash tidak bisa diarahkan ke vertikal (ke langit-langit ruangan) saat kita mengambil posisi kamera portrait. Selebihnya sangat memuaskan dan karena ukurannya kecil sehingga mudah dibawa-bawa.


Sekitar 3 bulan lalu, ada tawaran lensa Nikkor 18-200mm VR bekas pakai di toko Bursa. Berhubung lensa ini idaman sejak lama maka tanpa berpikir panjang langsung diakuisisi, dan jadinya paling sering digunakan hingga saat ini karena satu lensa tersebut meliputi jangkauan 2 lensa yaitu 18-55mm + 50-200mm. Hasilnya sangat memuaskan sejauh ini, kecuali bahwa titik fokus terdekat yang bisa dicapai adalah 1 meter-an dibandingkan 30 cm-an dengan  lensa 18-55mm.


Untuk saat ini perangkat dirasakan sudah cukup ... untuk sementara ;-)


Terakhir saya melungsurkan D40 tersebut ke anak, dan beralih ke D80 ... 


(TangSel)