Pembagian samsat untuk lokasi pengurusan pembayaran pajak dan STNK (surat tanda nomer kendaraan) di daerah Tangerang dan Banten seringkali membingungkan, karena ada sejumlah 5 lokasi samsat yaitu: Samsat Ciputat, Ciledug, BSD, Cikokol dan Balaraja.
Berdasarkan pengalaman kami untuk domisili daerah Tangerang Selatan pengurusan stnk diarahkan ke samsat Ciputat yang berlokasi di setelah jembatan layang Pasar Ciputat. Untuk daerah BSD diarahkan ke samsat BSD.
Untuk domisili daerah Kabupaten Tangerang, pengurusan stnk diarahkan ke samsat Balaraja.
Untuk domisili daerah Kota Tangerang, pengurusan stnk diarahkan ke samsat Cikokol atau bisa juga ke samsat Ciledug, lokasinya di dekat perempatan Ciledug ke arah Parungserap.
... just to share my experience in information, technology, photography and environmental issues ... ... sekedar berbagi pengalaman dalam teknologi, informasi, fotografi dan isu-isu lingkungan ...
Wednesday, March 2, 2011
Tuesday, March 1, 2011
Cara Mudah Mengukur Efisiensi (Irit) Mesin Mobil
Tahukah anda ada cara mudah untuk mengetahui apakah mobil anda termasuk irit atau boros (efisien) bahan bakar ?
Caranya adalah dengan menjalankan mobil di jalan datar pada kecepatan konstan 100 km/jam pada posisi gigi 5, kemudian perhatian jarum RPM (putaran mesin per menit) dari kendaraan anda.
Bila pada kecepatan tersebut ternyata menunjukkan RPM pada posisi 3000 atau kurang maka kendaraan anda termasuk irit / hemat. Dengan situasi tersebut kisaran efisiensi kendaraan anda adalah kira-kira 1:10 untuk dalam kota dan 1:16 untuk luar kota.
Bila pada kecepatan tersebut jarum RPM ternyata lebih besar dari 3000 maka mobil anda termasuk boros.
Pengalaman saya untuk beberapa jenis mobil adalah sbb:
- Nissan Grand Livina tahun 2007 kurang sedikit dari 3000 rpm
- Honda Jazz VTEC tahun 2008 pas pada 3000 rpm
- Toyota Corolla 1300cc tahun 1991 lebih sedikit dari 3000 rpm
- Toyota Avanza tahun 2005 lebih dari 3000
- Toyota Innova tahun 2005 lebih dari 3000
Lihat hasilnya pada foto-foto speedo meter berikut ini.
Logika dibalik angka-angka tersebut adalah bahwa untuk mencapai kecepatan 100 km/jam secara konstan mesin harus berputar sekian RPM. Semakin tinggi RPM berarti mesin semakin sering berputar berarti semakin sering bahan bakar disemprotkan ke ruang bakar mesin, artinya untuk satuan waktu tertentu lebih banyak bahan bakar yang dihabiskan pada kecepatan yang sama-sama konstan 100 km/jam untuk RPM yang lebih tinggi.
Logis bukan ?
(Tangsel Mar11)
Caranya adalah dengan menjalankan mobil di jalan datar pada kecepatan konstan 100 km/jam pada posisi gigi 5, kemudian perhatian jarum RPM (putaran mesin per menit) dari kendaraan anda.
Bila pada kecepatan tersebut ternyata menunjukkan RPM pada posisi 3000 atau kurang maka kendaraan anda termasuk irit / hemat. Dengan situasi tersebut kisaran efisiensi kendaraan anda adalah kira-kira 1:10 untuk dalam kota dan 1:16 untuk luar kota.
Bila pada kecepatan tersebut jarum RPM ternyata lebih besar dari 3000 maka mobil anda termasuk boros.
Pengalaman saya untuk beberapa jenis mobil adalah sbb:
- Nissan Grand Livina tahun 2007 kurang sedikit dari 3000 rpm
- Honda Jazz VTEC tahun 2008 pas pada 3000 rpm
- Toyota Corolla 1300cc tahun 1991 lebih sedikit dari 3000 rpm
- Toyota Avanza tahun 2005 lebih dari 3000
- Toyota Innova tahun 2005 lebih dari 3000
Lihat hasilnya pada foto-foto speedo meter berikut ini.
![]() |
| Nissan grand livina tahun 2007 pada RPM < 3000 |
![]() |
| Honda jazz vtec tahun 2008 pada RPM 3000 |
![]() |
| Toyota Corolla 1300 cc tahun 1991 pada RPM 3000 |
Logika dibalik angka-angka tersebut adalah bahwa untuk mencapai kecepatan 100 km/jam secara konstan mesin harus berputar sekian RPM. Semakin tinggi RPM berarti mesin semakin sering berputar berarti semakin sering bahan bakar disemprotkan ke ruang bakar mesin, artinya untuk satuan waktu tertentu lebih banyak bahan bakar yang dihabiskan pada kecepatan yang sama-sama konstan 100 km/jam untuk RPM yang lebih tinggi.
Logis bukan ?
(Tangsel Mar11)
Apa itu Cek (cheque) dan Pencairannya
Cek (cheque) merupakan surat perintah yang dibuat oleh pihak pemilik rekening di Bank, supaya pihak Bank melakukan pembayaran sejumlah uang kepada pihak yang namanya dicantumkan dalam cek tersebut.
Para pihak yang terlibat dalam rangka pengeluaran cek tersebut adalah:
- Pihak penarik, yaitu pihak yang mengeluarkan dan menandatangani cek tersebut.
- Pihak penerima, yaitu pihak yang menerima uang atas pembayaran cek tersebut.
Jenis Cek ada 2 yaitu:
1. Cek atas nama - Order Cheque (nama penerimanya dicantumkan dalam cek tersebut).
Para pihak yang terlibat dalam rangka pengeluaran cek tersebut adalah:
- Pihak penarik, yaitu pihak yang mengeluarkan dan menandatangani cek tersebut.
- Pihak penerima, yaitu pihak yang menerima uang atas pembayaran cek tersebut.
Jenis Cek ada 2 yaitu:
1. Cek atas nama - Order Cheque (nama penerimanya dicantumkan dalam cek tersebut).
Adalah Cek yang mencantumkan nama penerima dana. Hanya kepada nama tersebut uang boleh diserahkan.
2. Cek atas unjuk - Bearer Cheque (nama penerima tidak dicantumkan, siapa saja yang memegang cek ini valid untuk mencairkannya)
Contoh Cek atas unjuk dapat dilihat pada gambar berikut ini. Perhatikan bahwa nama penerima tidak ditulis, artinya siapa saja dapat mencairkan Cek ini pada bank ybs. Pihak bank akan melakukan klarifikasi keabsahan Cek pada saat dilakukan pencairan dana.
![]() |
| Contoh Cek atas unjuk |
Untuk mencairkan Cek ada 2 proses yang dapat dilakukan:
1. Pergi ke cabang bank ybs dan langsung mencairkan menjadi dana tunai. Perlu diperhatikan bahwa pihak bank biasanya meminta konfirmasi pencairan bila dananya melebihi 100 juta rupiah, sehari sebelum pencairan untuk memberikan mereka waktu untuk menyiapkan dana tunai yang besar.
2. Pergi ke cabang bank kita sendiri dan meminta pihak bank kita untuk melakukan kliring atas Cek tersebut, setelah kliring ini dana akan otomatis masuk ke rekening kita yang ada di bank tersebut.
Demikian sekilas mengenai Cek (cheque).
Good Wireless Mouse
Mouse is a must have equipment tool for laptop / notebook, it is more easy to use mouse than trackpad or touchpad on the laptop to control the cursor. There are several types of mouse, wired one and wireless, ballroller or optic one. Which one is good wireless mouse ?
Wired type is not practical because every time should be connected and disconnected. Wireless type more practical and flexible where mouse and the laptop is connected through radio signal.
The components consist of USB tranceiver card and wireless mouse itself. One (AA or AAA size) battery will supplied the mouse which can be rechargeable or non rechargeable type. Better choose the AA battery size than AAA, because its have more power capacity.
Other thing that should be consider is the size of the transceiver, better choose the short type where when it plug in to USB port only extent maximum of 0.5 cm out of the outer laptop's body. The picture below shows the transmitter attached to the laptop and the mouse itself.
Beside that, the size of mouse should be as big as it can be hold by your hand ergonomically, because you will used it for hours a day. Too small mouse is not convinient and will make your hand tired easily.
One of recommended wireless mouse which are comply with above requirements is Microsoft product one. With alkaline AA battery it can lasting for more than 1 month with heavy usage, about 8 hours usage a day. The price also ok, which is about 30+ dollars.
Wired type is not practical because every time should be connected and disconnected. Wireless type more practical and flexible where mouse and the laptop is connected through radio signal.
The components consist of USB tranceiver card and wireless mouse itself. One (AA or AAA size) battery will supplied the mouse which can be rechargeable or non rechargeable type. Better choose the AA battery size than AAA, because its have more power capacity.
Other thing that should be consider is the size of the transceiver, better choose the short type where when it plug in to USB port only extent maximum of 0.5 cm out of the outer laptop's body. The picture below shows the transmitter attached to the laptop and the mouse itself.
![]() |
| Wireless mouse with attached usb tranceiver |
One of recommended wireless mouse which are comply with above requirements is Microsoft product one. With alkaline AA battery it can lasting for more than 1 month with heavy usage, about 8 hours usage a day. The price also ok, which is about 30+ dollars.
Memilih Mouse Optik Wireless yang baik
Mouse adalah perangkat must have untuk laptop, dengan mouse hidup jauh lebih nyaman karena kemudahan dalam pengendalian kursor laptop. Jenisnya ada berbagai macam, mulai dari yang menggunakan bola berputar sampai dengan optik dan jenis berkabel wired dan jenis tanpa kabel wireless. Jenis berkabel cukup merepotkan karena setiap kali kita gunakan perlu dipasang ke port USB dari laptop, dan kabel perlu dicabut lagi setiap kita selesai menggunakannya. Yang paling praktis tentunya adalah jenis wireless, dimana antara mouse dan laptop tidak memerlukan kabel karena menggunakan frekuensi radio sebagai media penghubung keduanya. Yang diperlukan adalah transceiver yang menempel dengan laptop dan mouse itu sendiri. Catu daya untuk mouse, karena berdiri sendiri, menggunakan baterai yang umumnya adakah jenis AA baik yang rechargeable maupun non rechargeable.
Yang perlu diperhatikan adalah ukuran transceiver yang menempel ke laptop sebaiknya model yang pendek dimana kartu USB tersebut setelah dipasang hanya muncul/menonjol sekitar 0,5 cm dari sisi luar laptop sehingga memudahkan kita dalam menyimpannya pada tas laptop seperti contoh pada foto di bawah. Disamping itu bila tonjolan terlalu panjang dapat merusak kartu USB transceiver itu sendiri bila tersangkut atau tersenggol ke perangkat lain.
Selain itu ukuran mouse sebaiknya pilih segenggaman tangan yang ergonomis, karena kita akan menggunakannya selama berjam-jam dalam satu hari. Ukuran mouse yang terlalu kecil sangat melelahkan untuk pemakaian yang lama.
Salah satu yang direkomendasikan adalah produksi Microsoft yang juga saya gunakan sehari-hari, ukuran mouse dan ukuran kartu USB-nya sudah seperti uraian di atas. Selain itu berdasarkan pengalaman saya ketahanan batera AA mouse-nya cukup baik, batere AA alkaline dapat digunakan selama 1 bulan lebih dengan pemakaian yang tinggi. Harga mouse wireless ini berkisar 300 ribuan rupiah dan banyak terdapat di pasaran.
Yang perlu diperhatikan adalah ukuran transceiver yang menempel ke laptop sebaiknya model yang pendek dimana kartu USB tersebut setelah dipasang hanya muncul/menonjol sekitar 0,5 cm dari sisi luar laptop sehingga memudahkan kita dalam menyimpannya pada tas laptop seperti contoh pada foto di bawah. Disamping itu bila tonjolan terlalu panjang dapat merusak kartu USB transceiver itu sendiri bila tersangkut atau tersenggol ke perangkat lain.
![]() |
| Kartu USB jenis pendek dan mouse ergonomis |
Salah satu yang direkomendasikan adalah produksi Microsoft yang juga saya gunakan sehari-hari, ukuran mouse dan ukuran kartu USB-nya sudah seperti uraian di atas. Selain itu berdasarkan pengalaman saya ketahanan batera AA mouse-nya cukup baik, batere AA alkaline dapat digunakan selama 1 bulan lebih dengan pemakaian yang tinggi. Harga mouse wireless ini berkisar 300 ribuan rupiah dan banyak terdapat di pasaran.
Mereset Blackberry yang lemot tanpa cabut batere
Seperti sistem operasi di Ponsel jenis lain, Blackberry pun tidak luput dari kondisi lemot (lambat) setelah digunakan berhari-hari. Hal ini umumnya disebabkan oleh variasi aplikasi yang kita jalankan yang menyebabkan pengelolaan memori oleh sistem menjadi kacau karena adanya bug atau ketidaksempurnaan code program dari aplikasi yang kita pasang.
Jika kondisi tersebut terjadi ada baiknya secara rutin BB direset. Pilihlah waktu senggang yang low traffic seperti malam atau pagi hari karena untuk BB tertentu proses reset ini butuh waktu lama sampai dengan 5 menit ! Seperti BB saya jenis Javelin yang butuh hampir 5 menit untuk proses turn-off dan restart ...
Untuk mereset BB tanpa mencabut batere yaitu cukup dengan menekan tombol keyboard sebanyak 3 buah tombol secara bersamaan dan ditahan untuk beberapa saat, yakni: alt + Shift (panah ke atas) + del
Setelah ketiga tombol tersebut ditekan dan ditahan beberapa saat, layar akan meredup dan BB melakukan proses turn-off dan restart.
Jika kondisi tersebut terjadi ada baiknya secara rutin BB direset. Pilihlah waktu senggang yang low traffic seperti malam atau pagi hari karena untuk BB tertentu proses reset ini butuh waktu lama sampai dengan 5 menit ! Seperti BB saya jenis Javelin yang butuh hampir 5 menit untuk proses turn-off dan restart ...
Untuk mereset BB tanpa mencabut batere yaitu cukup dengan menekan tombol keyboard sebanyak 3 buah tombol secara bersamaan dan ditahan untuk beberapa saat, yakni: alt + Shift (panah ke atas) + del
Setelah ketiga tombol tersebut ditekan dan ditahan beberapa saat, layar akan meredup dan BB melakukan proses turn-off dan restart.
Menghidupkan iPad yang mati
Suatu saat yang lalu saya mengalami kejadian yang cukup aneh, dimana iPad dalam posisi mati dengan sendirinya bukan standby sebagaimana biasanya kalau dibiarkan lama atau tombol standby ditekan.
Pada awalnya saya pikir iPad saya rusak karena tetap tidak merespon tekanan pada tombol standby. Karena kalau dalam posisi standby cukup diaktifkan dengan menekan tombol standby saja.
Setelah googling ternyata dalam posisi tersebut iPad dapat diaktifkan kembali dengan menekan tombol home dan tombol standby secara bersamaan selama beberapa saat sampai logo Apple muncul di layar ... sesederhana itu :-)
Untuk mematikan iPad dilakukan dengan menekan tombol standby sampai muncul pilihan turn-off di latar iPad.
Pada awalnya saya pikir iPad saya rusak karena tetap tidak merespon tekanan pada tombol standby. Karena kalau dalam posisi standby cukup diaktifkan dengan menekan tombol standby saja.
Setelah googling ternyata dalam posisi tersebut iPad dapat diaktifkan kembali dengan menekan tombol home dan tombol standby secara bersamaan selama beberapa saat sampai logo Apple muncul di layar ... sesederhana itu :-)
![]() |
| Tombol home |
![]() |
| Tombol standby |
Wisata ke Kawah Putih dan Situ Patengan di Ciwidey Jawa Barat
Kawasan Ciwidey di Jawa Barat terletak di kawasan perbukitan yang sejuk, untuk mencapai lokasi Ciwidey adalah melalui kota Bandung dan Soreang. Dari Bandung ke Ciwidey dapat ditempuh dalam waktu 2 jam. Di kawasan ini terletak beberapa lokasi wisata yang menarik seperti Kawah Putih dan Situ (danau) Patengan.
Kawah Putih
Kawah putih terletak tidak jauh sebelum Situ Patengan, sebelum Situ Patengan kita berbelok ke kiri melalui jalanan yang naik turun dan pas untuk 2 mobil selama 30 menit. Terbentuknya kawah ini secara tidak sengaja sebagai bekas galian tambang belerang beberapa tahun yang lalu. Galian yang terbentuk kemudian digenangi air yang menjadi berwarna putih kekuningan karena kandungan belerang yang tinggi. Oleh karena tingginya kandungan belerang ini maka anak kecil tidak dianjurkan untuk berlama-lama di dekat danau kawah karena saluran pernapasan mereka masih sangat sensitif.
Danau air yang berwarna putih kekuningan ini membawa keindahan tersendiri dan menjadi keunikannya, seperti pada beberapa foto berikut ini.
Situ Patengan
Situ (danau) Patengan adalah danau alam yang terbentuk sejak jaman dulu. Situ yang indah ini dikelilingi oleh hutan dan perkebunan teh, suhu udara sangat sejuk dengan tiupan angin yang cukup kencang. Tetapi karena kawasan hutan di sekitar danau sebagai penyuplai airnya sudah semakin berkurang menyebabkan debit air yang masuk ke situ semakin berkurang, terutama pada musim kemarau kedalaman danau akan semakin berkurang. Untuk hal ini diperlukan inisiatif penyadaran masyarakat supaya pohon-pohon di hutan tersebut tidak ditebangi, sehingga kedalaman air danau tetap terjaga.
Beberapa foto di bawah menunjukkan keindahan Situ. Aktifitas yang biasa dilakukan di Situ ini antara lain perkemahan, memancing, naik perahu keliling danau dan speda air, untuk berenang tidak dianjurkan karena suhu air yang terlalu dingin dapat menyebabkan bahaya bagi perenang.
Demikian sekilas kunjungan ke lokasi wisata yang menarik di Jawa Barat.
Kawah Putih
Kawah putih terletak tidak jauh sebelum Situ Patengan, sebelum Situ Patengan kita berbelok ke kiri melalui jalanan yang naik turun dan pas untuk 2 mobil selama 30 menit. Terbentuknya kawah ini secara tidak sengaja sebagai bekas galian tambang belerang beberapa tahun yang lalu. Galian yang terbentuk kemudian digenangi air yang menjadi berwarna putih kekuningan karena kandungan belerang yang tinggi. Oleh karena tingginya kandungan belerang ini maka anak kecil tidak dianjurkan untuk berlama-lama di dekat danau kawah karena saluran pernapasan mereka masih sangat sensitif.
Danau air yang berwarna putih kekuningan ini membawa keindahan tersendiri dan menjadi keunikannya, seperti pada beberapa foto berikut ini.
| Kawah putih dan langit biru |
| Batu-batu belerang membuat air putih |
Situ Patengan
Situ (danau) Patengan adalah danau alam yang terbentuk sejak jaman dulu. Situ yang indah ini dikelilingi oleh hutan dan perkebunan teh, suhu udara sangat sejuk dengan tiupan angin yang cukup kencang. Tetapi karena kawasan hutan di sekitar danau sebagai penyuplai airnya sudah semakin berkurang menyebabkan debit air yang masuk ke situ semakin berkurang, terutama pada musim kemarau kedalaman danau akan semakin berkurang. Untuk hal ini diperlukan inisiatif penyadaran masyarakat supaya pohon-pohon di hutan tersebut tidak ditebangi, sehingga kedalaman air danau tetap terjaga.
Beberapa foto di bawah menunjukkan keindahan Situ. Aktifitas yang biasa dilakukan di Situ ini antara lain perkemahan, memancing, naik perahu keliling danau dan speda air, untuk berenang tidak dianjurkan karena suhu air yang terlalu dingin dapat menyebabkan bahaya bagi perenang.
| Situ, perahu dan hutan, kebun teh di latar |
| Hutan hijau dan lokasi perkemahan |
| Speda air dan kebun teh di pinggir Situ |
Pengalaman Mencoba Nissan March
Nissan March merupakan keluaran terbaru dari Nissan Indonesia, menggunakan mesin 1200 cc dan hanya 3 silinder berpenumpang 5 orang jenis hatchback.
Keraguan pertama saya adalah mesin 3 silinder, pengalaman dengan Daihatsu Xenia 1000 cc yanh juga menggunakan 3 silinder mengingatkan saya dengan getaran yang cukup terasa pada saat mobil berjalan dan gas ditekan. Hal tersebut cukup mengganggu sehingga membuat saya pesimis dengan Nissan March, walaupun memang mesin 3 silinder memiliki kelebihan lain yakni tarikannya yang sangat responsif.
Ketika mencoba Nissan March yang menggunakan transmisi otomatis yang saya perhatikan adalah karakteristik 3 silindirnye. Tetapi harus saya akui bahwa Nissan cukup berhasil mengatasi gejala tersebut, saat ini saya belum tahu bagaimana teknik yang mereka lakukan untuk mengatasi hal tersebut. Barangkali adalah perbaikan pada karer-karet bantalan mesin yang lebih baik. Tetapi hasil akhirnya adalah mesin tetap terasa halus dan responsif. Ruang kabin mobil penumpang 5 orang ini juga cukup lega, baris pertama dan baris kedua nyaman untuk diduduki dan lega untuk saya yang memiliki tinggi badan 165 cm. Yang kurang besar adalah bagasi, terutama bagi anda yang biasa menggunakan Honda Jazz maka bagasi Nissan March ini terasa sempit sekalipun kursi belakang dilipat.
Efisiensi mesin yang bisa dicapai di dalam kota adalah 20 km per liter, suatu hasil yang sangat menarik dan pasti diminati oleh masyarakat Indonesia terutama di Jabodetabek yang akan segera terkena peraturan harus menggunakan Pertamax yang lebih mahal hampir 2 kali dari bensin premium biasa. Dengan efisiensi mesin tersebut secara kasaran dapat dikatakan bahwa biaya operasional tidak berbeda dengan penggunaan bensin premium biasa dengan mobil lama yang tingkat efisiensinya dibawah 10 km per liternya. Pengalaman saya dengan Nissan Grand Livina cukup meyakinkan saya bahwa Nissan selalu sesuai dengan janjinya, lihat http://nisura.blogspot.com/2011/03/pengalaman-merawat-nissan-grand-livina.html. Dari pengalaman tersebut bahwa Nissan sangat memperhatikan efesiensi bahan bakar, kualitas kendaraan produksinya, termasuk untuk urusan audio di dalam kabin penumpang dan tingkat kenyamanannya.
Saya cukup yakin bahwa Nissan March ini akan membawa dimensi lain dari kendaraan irit bahan bakar yang semakin menjadi trend seiring dengan inisiatif go green dan isu pemanasan global yang semakin menjadi. Inisiatif berikutnya yang barangkali perlu dipercepat adalah penggunaan gas sebagai bahan bakar, disamping murah juga lebih irit dan Indonesia melimpah akan sumberdaya gas alam. Harga katalisator, tabung gas dan perangkat modifikasi bensin ke gas saya kira tidak akan terasa mahal seandainya harga gas mendekati harga bensin saat ini, dan terutama yang paling penting adalah tersedianya pompa-pompa gas yang tersebar di selurah kota. Mobil hybrid menurut hemat saya masih terlalu mahal untuk ukuran masyarakat kebanyakan.
Keraguan pertama saya adalah mesin 3 silinder, pengalaman dengan Daihatsu Xenia 1000 cc yanh juga menggunakan 3 silinder mengingatkan saya dengan getaran yang cukup terasa pada saat mobil berjalan dan gas ditekan. Hal tersebut cukup mengganggu sehingga membuat saya pesimis dengan Nissan March, walaupun memang mesin 3 silinder memiliki kelebihan lain yakni tarikannya yang sangat responsif.
Ketika mencoba Nissan March yang menggunakan transmisi otomatis yang saya perhatikan adalah karakteristik 3 silindirnye. Tetapi harus saya akui bahwa Nissan cukup berhasil mengatasi gejala tersebut, saat ini saya belum tahu bagaimana teknik yang mereka lakukan untuk mengatasi hal tersebut. Barangkali adalah perbaikan pada karer-karet bantalan mesin yang lebih baik. Tetapi hasil akhirnya adalah mesin tetap terasa halus dan responsif. Ruang kabin mobil penumpang 5 orang ini juga cukup lega, baris pertama dan baris kedua nyaman untuk diduduki dan lega untuk saya yang memiliki tinggi badan 165 cm. Yang kurang besar adalah bagasi, terutama bagi anda yang biasa menggunakan Honda Jazz maka bagasi Nissan March ini terasa sempit sekalipun kursi belakang dilipat.
Efisiensi mesin yang bisa dicapai di dalam kota adalah 20 km per liter, suatu hasil yang sangat menarik dan pasti diminati oleh masyarakat Indonesia terutama di Jabodetabek yang akan segera terkena peraturan harus menggunakan Pertamax yang lebih mahal hampir 2 kali dari bensin premium biasa. Dengan efisiensi mesin tersebut secara kasaran dapat dikatakan bahwa biaya operasional tidak berbeda dengan penggunaan bensin premium biasa dengan mobil lama yang tingkat efisiensinya dibawah 10 km per liternya. Pengalaman saya dengan Nissan Grand Livina cukup meyakinkan saya bahwa Nissan selalu sesuai dengan janjinya, lihat http://nisura.blogspot.com/2011/03/pengalaman-merawat-nissan-grand-livina.html. Dari pengalaman tersebut bahwa Nissan sangat memperhatikan efesiensi bahan bakar, kualitas kendaraan produksinya, termasuk untuk urusan audio di dalam kabin penumpang dan tingkat kenyamanannya.
Saya cukup yakin bahwa Nissan March ini akan membawa dimensi lain dari kendaraan irit bahan bakar yang semakin menjadi trend seiring dengan inisiatif go green dan isu pemanasan global yang semakin menjadi. Inisiatif berikutnya yang barangkali perlu dipercepat adalah penggunaan gas sebagai bahan bakar, disamping murah juga lebih irit dan Indonesia melimpah akan sumberdaya gas alam. Harga katalisator, tabung gas dan perangkat modifikasi bensin ke gas saya kira tidak akan terasa mahal seandainya harga gas mendekati harga bensin saat ini, dan terutama yang paling penting adalah tersedianya pompa-pompa gas yang tersebar di selurah kota. Mobil hybrid menurut hemat saya masih terlalu mahal untuk ukuran masyarakat kebanyakan.
Pengalaman Merawat Nissan Grand Livina 1.5 XV
Mobil Nissan Grand Livina 1.5 XV merupakan mobil keluarga 7 seater (7 tempat duduk 3 baris) dengan kapasitas mesin 1500 cc dan 4 silinder. Mobil ini nyaman digunakan terutama untuk tempat duduk baris pertama dan baris kedua, untuk baris ketiga lebih sesuai digunakan untuk anak kecil karena untuk orang dewasa kurang leluasa dan akses masuk - keluarnya juga kurang leluasa terutama yang bertinggi badan lebih dari 160 cm.
Performa mesin baik untuk putaran tinggi, tetapi untuk putaran mesin rendah dibawah 2500 rpm kurang bertenaga. Sehingga kita agak repot di daerah yang menanjak dan banyak berhenti, seperti misalnya ke arah Puncak Bogor karena kita banyak bermain di gigi 1 dan 2. Yang menonjol dari mesinnya adalah tingkat efisiensinya, untuk dalam kota rata-rata adalah 11 km per liter sedangkan ke luar kota mencapai 17 km per liternya !
Modifikasi yang telah saya dilakukan hanya mengganti resistor untuk blower AC (air conditioner) kabin dalam dengan milik Nissan Livina XR hatchback. Hal ini disebabkan karena blower AC Grand Livina menurut saya terlalu besar atau terlalu kencang sekalipun untuk posisi 1, sehingga menimbulkan noise audio dan membuat saya kedinginan pada malam hari atau saat hari hujan. Penggantian dilakukan di Nissan Bintaro pada saat service rutin. Setelah diganti menurut menjadi lebih sesuai dan tetap nyaman, pergantian ke posisi 2 atau lebih tinggi lagi hanya saya lakukan pada saat terik matahari siang. Harga resistor ini sekitar 200 ribuan rupiah saja.
Selama digunakan 4 tahun tidak ada persoalan besar yang ditemui, salah satu barangkali yang cacat produksi hanyalah evaporator AC kabin dalam. Gejalanya adalah freon AC berkurang drastis setelah 2 tahun digunakan sehingga performa AC turun drastis, tetapi karena garansi dari Nissan selama 3 tahun maka persoalan tersebut ditangani oleh mereka dan gratis dalam penggantiannya.
Berbicara mengenai suspensi, ini merupakan kelebihannya karena suspensi terasa seperti sedan dan tetap nyaman sekalipun penumpang terisi penuh. Ground clearence cukup tinggi, lubang-lubang di jalanan tidak perlu khawatir kandas. Hanya saja dibagian paling belakang bawah terdapat batang besi untuk derek yang agak menonjol ke bawah sehingga beberapa kali tergesek ke permukaan jalan saat ada jalanan yang amblas sangat dalam.
Di bagian audio sekalipun hanya dengan perangkat standar cukup mumpuni, hanya saja CD player yang disediakan tidak bisa memainkan MP3. Ditunjang dengan kabin Livina yang menggunakan sekat yang baik maka gangguan noise suara dari mesin dan ban teredam dengan baik alias cukup senyap sehingga suara dari perangkat audio lebih bersih. Sebagai perbandingan dengan mobil lain seperti Honda Jazz dapat saya katakan bahwa Livina setingkat di atas merk tersebut.
Untuk jok belakang dapat dilipat sehingga rata sedangkan jok tengah dapat digeser ke depan, hal ini membuat ruang penyimpanan barang menjadi lega dan luas.
Setelah digunakan hampir 4 tahun ini, pergantian komponen besar yang dilakukan hanyalah pergantian plat kopling beserta mataharinya pada posisi odo meter 60000 km. Gejala yang timbul sebelumnya adalah bau menyengat yang timbul saat mobil mendaki pada jalanan yang terjal. Suatu hal yang wajar menurut saya.
Demikian sekilas pengalaman dengan Nissan Grand Livina.
Performa mesin baik untuk putaran tinggi, tetapi untuk putaran mesin rendah dibawah 2500 rpm kurang bertenaga. Sehingga kita agak repot di daerah yang menanjak dan banyak berhenti, seperti misalnya ke arah Puncak Bogor karena kita banyak bermain di gigi 1 dan 2. Yang menonjol dari mesinnya adalah tingkat efisiensinya, untuk dalam kota rata-rata adalah 11 km per liter sedangkan ke luar kota mencapai 17 km per liternya !
Modifikasi yang telah saya dilakukan hanya mengganti resistor untuk blower AC (air conditioner) kabin dalam dengan milik Nissan Livina XR hatchback. Hal ini disebabkan karena blower AC Grand Livina menurut saya terlalu besar atau terlalu kencang sekalipun untuk posisi 1, sehingga menimbulkan noise audio dan membuat saya kedinginan pada malam hari atau saat hari hujan. Penggantian dilakukan di Nissan Bintaro pada saat service rutin. Setelah diganti menurut menjadi lebih sesuai dan tetap nyaman, pergantian ke posisi 2 atau lebih tinggi lagi hanya saya lakukan pada saat terik matahari siang. Harga resistor ini sekitar 200 ribuan rupiah saja.
Selama digunakan 4 tahun tidak ada persoalan besar yang ditemui, salah satu barangkali yang cacat produksi hanyalah evaporator AC kabin dalam. Gejalanya adalah freon AC berkurang drastis setelah 2 tahun digunakan sehingga performa AC turun drastis, tetapi karena garansi dari Nissan selama 3 tahun maka persoalan tersebut ditangani oleh mereka dan gratis dalam penggantiannya.
Berbicara mengenai suspensi, ini merupakan kelebihannya karena suspensi terasa seperti sedan dan tetap nyaman sekalipun penumpang terisi penuh. Ground clearence cukup tinggi, lubang-lubang di jalanan tidak perlu khawatir kandas. Hanya saja dibagian paling belakang bawah terdapat batang besi untuk derek yang agak menonjol ke bawah sehingga beberapa kali tergesek ke permukaan jalan saat ada jalanan yang amblas sangat dalam.
Di bagian audio sekalipun hanya dengan perangkat standar cukup mumpuni, hanya saja CD player yang disediakan tidak bisa memainkan MP3. Ditunjang dengan kabin Livina yang menggunakan sekat yang baik maka gangguan noise suara dari mesin dan ban teredam dengan baik alias cukup senyap sehingga suara dari perangkat audio lebih bersih. Sebagai perbandingan dengan mobil lain seperti Honda Jazz dapat saya katakan bahwa Livina setingkat di atas merk tersebut.
Untuk jok belakang dapat dilipat sehingga rata sedangkan jok tengah dapat digeser ke depan, hal ini membuat ruang penyimpanan barang menjadi lega dan luas.
Setelah digunakan hampir 4 tahun ini, pergantian komponen besar yang dilakukan hanyalah pergantian plat kopling beserta mataharinya pada posisi odo meter 60000 km. Gejala yang timbul sebelumnya adalah bau menyengat yang timbul saat mobil mendaki pada jalanan yang terjal. Suatu hal yang wajar menurut saya.
Demikian sekilas pengalaman dengan Nissan Grand Livina.
Subscribe to:
Posts (Atom)








