Browser untuk blogger di smartphone atau tablet yang cocok dan mudah digunakan untuk layar kecil berdasarkan pengalaman saya yang terakhir adalah Chrome dari Google. Terutama bagi kita yang sering posting tulisan dengan antarmuka grafis seperti di blogspot.com. Chrome menyesuaikan ukuran huruf dan peletakan kursor dengan lebih tepat dibandingkan dengan browser lainnya, sehingga kita lebih mudah mem-posting melalui gadget layar kecil. Dengan Chrome tampilan antarmuka terasa mirip di desktop PC maupun di tablet / smartphone.
(Tangerang 12nov12)
... just to share my experience in information, technology, photography and environmental issues ... ... sekedar berbagi pengalaman dalam teknologi, informasi, fotografi dan isu-isu lingkungan ...
Monday, November 12, 2012
Saturday, November 10, 2012
Mencoba Android Jelly Bean di Galaxy Nexus
Mencoba Android Jelly Bean 4.1.1 di perangkat Samsung Galaxy Nexus setelah terbiasa dengan Android Ice Cream Sandwich 4.0.4 di Galaxy Tab 2 adalah lebih menyenangkan. Semua aplikasi berjalan baik, terasa lebih cepat dan perpindahan lebih halus, padahal kedua perangkat tersebut memiliki spesifikasi prosesor (dual core) dan memori (1 GB) yang hampir sama. Sehingga dapat dinilai bahwa kerja keras tim Google melakukan peningkatan efisiensi dan keamanan sistem operasi Android sejak dari awal, lanjut ke GingerBread, ICS dan terkini JB ini cukup sukses.
Secara tampilan tidak ada perubahan yang menonjol di JB dibandingkan dengan ICS. Hal-hal lainnya dibahas cukup lengkap di
http://www.androidauthority.com/android-4-0-ice-cream-sandwich-vs-android-4-1-jelly-bean-comparison-video-105805/
(Tangsel 10nov12)
Secara tampilan tidak ada perubahan yang menonjol di JB dibandingkan dengan ICS. Hal-hal lainnya dibahas cukup lengkap di
http://www.androidauthority.com/android-4-0-ice-cream-sandwich-vs-android-4-1-jelly-bean-comparison-video-105805/
(Tangsel 10nov12)
Wednesday, November 7, 2012
Garuda Terminal Berapa ?
Garuda terminal berapa ?
Terminal untuk pesawat Garuda Indonesia Airways di Bandara Soekarno-Hatta ada di sub-terminal 2E dan 2F, bersama dengan Etihad, KLM Royal Dutch Airlines, Korean Air, Lion Air, dan Royal Brunei.
Daftar lengkap terminal penerbangan dapat dilihat di sini.
Terminal untuk pesawat Garuda Indonesia Airways di Bandara Soekarno-Hatta ada di sub-terminal 2E dan 2F, bersama dengan Etihad, KLM Royal Dutch Airlines, Korean Air, Lion Air, dan Royal Brunei.
Daftar lengkap terminal penerbangan dapat dilihat di sini.
Thursday, November 1, 2012
Foto Makro dengan Lensa Dibalik (Reverse Lens)
Membuat foto makro atau pembesaran dari benda atau makhluk kecil seperti semut, nyamuk, lalat, dsb sangat menarik dan cukup menantang tentunya. Untuk peralatan pendukungnya bisa menggunakan lensa makro yang khusus dibuat (baca mahal) atau bisa mencoba bereksperimen dengan lensa yang dibalik (reverse lens) yang murah meriah walaupun dengan segala keterbasannya. Berikut ini dibeberkan teknik foto makro dengan lensa dibalik (reverse lens).
Peralatan yang dibutuhkan adalah kamera DSLR (tentunya), kemudian lensa standar biasa 18-55mm atau bisa dicoba juga lensa lainnya seperti fixed 55mm (dsb), kemudian adalah reverse lens converter yang saat ini sudah banyak dijual di toko-toko kamera.
Perhatikan gambar di sebelah kiri, yang paling kiri adalah lensa standar yang dipasang terbalik dimana ulir bagian depannya dipasangkan ke converter yang terlihat di tengah, dan di sebelah kanan adalah body dari DSLR.
Setelah lensa dan converter dipasang akan tampak seperti gambar di bawah ini. Dimana bagian belakang lensa yang biasanya menempel ke badan dari kamera akan menjadi bagia depan yang berhadapan langsung dengan obyek.
Pada teknik reverse lens ini diafragma lensa akan sangat kecil (f-nya bernilai besar sekali) sehingga butuh pencahayaan yang kuat atau menggunakan flash untuk mendapatkan hasil yang terang. Pada kamera, posisi diafragma akan terdeteksi sebagai f/0 dan tidak bisa diatur, tinggal yang bisa kita mainkan hanya kecepatan bukaan (shutter speed) saja. Dari pengalaman bahwa dengan sinar matahari yang terik bisa menggunakan kecepatan 1/30, 1/15 atau lebih lambat lagi, jika menggunakan flash bisa di sekitar 1/200 atau 1/160.
Untuk mendapatkan hasil foto makro dari nyamuk ladang (yang lebih kecil ukurannya dibanding nyamuk gedongan) yang sedang menghirup darah kaki seperti yang ditampilkan di sebelah ini cukup mudah dengan teknis reverse lens.
Tetapi untuk mendapatkan hasil yang lebih dramatis tentunya mesti telaten dan terus mencoba.
Terutama repotnya adalah karena jarak lensa ke obyek yang harus sangat dekat yakni hanya pada kisaran 3 - 10 cm saja ! Jadi harus lebih hati-hati dalam mengendus obyek yang cukup liar ... Ditambah lagi karena bagian belakang lensa (yang bertukar tempat ke bagian depan) yang lebih berat menyebabkan pengaturan zoom dan fokus (hanya bisa manual) menjadi agak liar dan perlu banyak latihan.
(Tangsel 1-nov-12)
Peralatan yang dibutuhkan adalah kamera DSLR (tentunya), kemudian lensa standar biasa 18-55mm atau bisa dicoba juga lensa lainnya seperti fixed 55mm (dsb), kemudian adalah reverse lens converter yang saat ini sudah banyak dijual di toko-toko kamera.
Perhatikan gambar di sebelah kiri, yang paling kiri adalah lensa standar yang dipasang terbalik dimana ulir bagian depannya dipasangkan ke converter yang terlihat di tengah, dan di sebelah kanan adalah body dari DSLR.
Setelah lensa dan converter dipasang akan tampak seperti gambar di bawah ini. Dimana bagian belakang lensa yang biasanya menempel ke badan dari kamera akan menjadi bagia depan yang berhadapan langsung dengan obyek.
Pada teknik reverse lens ini diafragma lensa akan sangat kecil (f-nya bernilai besar sekali) sehingga butuh pencahayaan yang kuat atau menggunakan flash untuk mendapatkan hasil yang terang. Pada kamera, posisi diafragma akan terdeteksi sebagai f/0 dan tidak bisa diatur, tinggal yang bisa kita mainkan hanya kecepatan bukaan (shutter speed) saja. Dari pengalaman bahwa dengan sinar matahari yang terik bisa menggunakan kecepatan 1/30, 1/15 atau lebih lambat lagi, jika menggunakan flash bisa di sekitar 1/200 atau 1/160.
Untuk mendapatkan hasil foto makro dari nyamuk ladang (yang lebih kecil ukurannya dibanding nyamuk gedongan) yang sedang menghirup darah kaki seperti yang ditampilkan di sebelah ini cukup mudah dengan teknis reverse lens.
Tetapi untuk mendapatkan hasil yang lebih dramatis tentunya mesti telaten dan terus mencoba.
Terutama repotnya adalah karena jarak lensa ke obyek yang harus sangat dekat yakni hanya pada kisaran 3 - 10 cm saja ! Jadi harus lebih hati-hati dalam mengendus obyek yang cukup liar ... Ditambah lagi karena bagian belakang lensa (yang bertukar tempat ke bagian depan) yang lebih berat menyebabkan pengaturan zoom dan fokus (hanya bisa manual) menjadi agak liar dan perlu banyak latihan.
(Tangsel 1-nov-12)
Thursday, October 25, 2012
Cara Mencetak Gambar Besar ke Beberapa Halaman pada GIMP
Seringkali kita perlu cara mencetak gambar besar ke beberapa halaman pada aplikasi GIMP. Misalnya saja kita ingin mencetak gambar ukuran A0, tetapi karena printer hanya maksimal A4 maka dapat kita akali dengan mencetak bagian gambar pada 4 buah A4. Caranya adalah membagi gambar tersebut dan memisahkannya menjadi gambar pecahan baru, setelah itu baru dicetak. Langkah-langkahnya diuraikan berikut ini.
1. Buka file gambar dalam GIMP
2. Klik "View - Show Grid"
3. Klik "Image - Configure Grid" dan atur lebar/panjang grid yang diinginkan, misalnya mau dibagi
untuk ukuran kertas A4, maka tentukan lebar 8,27 inci x 11,69 inci seperti pada gambar di bawah. Jangan lupa meng-klik di gambar rantai, untuk memutuskan ikatan rasio panjang - lebar.
1. Buka file gambar dalam GIMP
2. Klik "View - Show Grid"
3. Klik "Image - Configure Grid" dan atur lebar/panjang grid yang diinginkan, misalnya mau dibagi
untuk ukuran kertas A4, maka tentukan lebar 8,27 inci x 11,69 inci seperti pada gambar di bawah. Jangan lupa meng-klik di gambar rantai, untuk memutuskan ikatan rasio panjang - lebar.
Monday, October 22, 2012
Tempat Senam Aerobic di Kreo Ciledug
Fitness Center ORenS telepon 021-927-92183.
Sekedar info bagi anda (wanita dan pria) yang membutuhkan tempat senam aerobic di Kreo Ciledug dan sekitarnya dapat menghubungi Fitness Center ORenS yang terletak persis di samping hipermarket Giant Kreo - Ciledug, telepon 021-927-92183 atau http://orens.nisura.com. Disamping senam aerobic, di sana juga ada Belly Dance dan Zumba setiap Senin, Rabu dan Jumat malam ...
(Tangsel 22oct12, 19apr14)
Sekedar info bagi anda (wanita dan pria) yang membutuhkan tempat senam aerobic di Kreo Ciledug dan sekitarnya dapat menghubungi Fitness Center ORenS yang terletak persis di samping hipermarket Giant Kreo - Ciledug, telepon 021-927-92183 atau http://orens.nisura.com. Disamping senam aerobic, di sana juga ada Belly Dance dan Zumba setiap Senin, Rabu dan Jumat malam ...
(Tangsel 22oct12, 19apr14)
Friday, October 19, 2012
Pusat Alat Listrik - Mekanik di Jakarta
Pusat penjualan fisik alat elektronik - mekanik di Jakarta ada di beberapa lokasi berikut ini.
Mall Kenari Mas - Jalan Kramat Raya - Paseban - Jakarta Pusat
Koordinat: 6°11'28"S 106°50'54"E
LTC Glodok - Jl. Hayam Wuruk No.127 - Jakarta Barat
Koordinat: 6°8'45"S 106°49'1"E
Harco Glodok - Jl. Gajah Mada - Jakarta Barat
Koordinat: 6°8'36"S 106°48'57"E
(Tangsel 19oct12)
jual alat listrik di jakarta
jual alat mekanik di jakarta
Mall Kenari Mas - Jalan Kramat Raya - Paseban - Jakarta Pusat
Koordinat: 6°11'28"S 106°50'54"E
LTC Glodok - Jl. Hayam Wuruk No.127 - Jakarta Barat
Koordinat: 6°8'45"S 106°49'1"E
Harco Glodok - Jl. Gajah Mada - Jakarta Barat
Koordinat: 6°8'36"S 106°48'57"E
(Tangsel 19oct12)
jual alat listrik di jakarta
jual alat mekanik di jakarta
Pusat Gadget - Handphone di Jakarta
Pusat penjualan fisik gadget - handphone di Jakarta ada di sejumlah lokasi berikut ini.
Mall Ambasador - Jl. Prof Dr. Satrio, Casablanca - Jakarta Selatan
Koordinat: 6°13'26"S 106°49'35"E
Mall ITC Roxy Mas - Jl. K.H. Hasyim Ashari No. 125, Cideng - Jakarta Pusat
Koordinat: 6°10'1"S 106°48'11"E
Mall Mangga Dua - Jl. Raya Mangga Dua - Jakarta Pusat
Koordinat: 6°7'55"S 106°42'32"E
Ratu Plaza - Jl. Sudirman - Jakarta Selatan
Koordinat: 6°13'39"S 106°48'4"E
(Tangsel 19oct12)
jual gadget di jakarta
jual handphone di jakarta
jual smartphone di jakarta
Mall Ambasador - Jl. Prof Dr. Satrio, Casablanca - Jakarta Selatan
Koordinat: 6°13'26"S 106°49'35"E
Mall ITC Roxy Mas - Jl. K.H. Hasyim Ashari No. 125, Cideng - Jakarta Pusat
Koordinat: 6°10'1"S 106°48'11"E
Mall Mangga Dua - Jl. Raya Mangga Dua - Jakarta Pusat
Koordinat: 6°7'55"S 106°42'32"E
Ratu Plaza - Jl. Sudirman - Jakarta Selatan
Koordinat: 6°13'39"S 106°48'4"E
(Tangsel 19oct12)
jual gadget di jakarta
jual handphone di jakarta
jual smartphone di jakarta
Thursday, October 18, 2012
Lampu LED Dibandingkan Lampu Hemat Energi CFL
Setelah lampu pijar, dilanjutkan dengan era lampu TL yang jauh lebih hemat listrik, kemudian diperbaiki lagi dengan lampu hemat energi CFL (compact fluorecent lamp) pada tahun 90-an, maka kini mulai datang era lampu LED (light emitting diode) yang menawarkan penghematan energi yang lebih besar lagi dan umur pakai yang jauh lebih lama.
Diperkirakan penghematan lampu pijar ke CFL adalah 80%, sedangkan lampu CFL ke LED adalah 40% (lihat hasil percobaan ini), maka penghematan listrik dari lampur pijar ke LED adalah 88% !
Konon berdasarkan penelitian bahwa penerangan lampu merupakan pemakai 19% dari seluruh produksi daya listrik dunia yang diperkirakan Bank Dunia sejumlah 20 Triliun kWh pada tahun 2009 sesuai data pada situs ini. Berdasarkan situs ini bahwa per kWh listrik dihasilkan emisi CO2 sebanyak 0.527 kg (dengan asumsi semua pembangkit listrik menggunakan bahan bakar fossil). Seandainya dunia berhasil mengkonversi pemakaian lampu ke jenis yang hemat energi dengan asumsi 10% saja maka akan ada pengurangan emisi CO2 sebesar 200 juta ton per tahun !
Mengapa lampu LED akan menjadi tren ? Pertama hemat energi dan kedua adalah umur pakainya yang saat ini diklaim oleh pabrikan 15 tahun. Dengan umur pakai sedemikian lama maka sampah dari lampu LED akan jauh sekali berkurang (go green), dibandingkan dengan lampu CFL yang hanya berkisar 1 tahunan. Kendala utama saat ini adalah harganya yang masih mahal, lebih kurang 3,3 kali harga lampu CFL, namun dalam beberapa waktu ke depan dengan produksi massal harga tentunya semakin murah.
(Tangsel 18oct12)
Lampu LED Dibandingkan Pijar dan Lampu Hemat Energi CFL
Efisiensi energi lampu LED
Efisiensi lampu CFL
Diperkirakan penghematan lampu pijar ke CFL adalah 80%, sedangkan lampu CFL ke LED adalah 40% (lihat hasil percobaan ini), maka penghematan listrik dari lampur pijar ke LED adalah 88% !
Konon berdasarkan penelitian bahwa penerangan lampu merupakan pemakai 19% dari seluruh produksi daya listrik dunia yang diperkirakan Bank Dunia sejumlah 20 Triliun kWh pada tahun 2009 sesuai data pada situs ini. Berdasarkan situs ini bahwa per kWh listrik dihasilkan emisi CO2 sebanyak 0.527 kg (dengan asumsi semua pembangkit listrik menggunakan bahan bakar fossil). Seandainya dunia berhasil mengkonversi pemakaian lampu ke jenis yang hemat energi dengan asumsi 10% saja maka akan ada pengurangan emisi CO2 sebesar 200 juta ton per tahun !
Mengapa lampu LED akan menjadi tren ? Pertama hemat energi dan kedua adalah umur pakainya yang saat ini diklaim oleh pabrikan 15 tahun. Dengan umur pakai sedemikian lama maka sampah dari lampu LED akan jauh sekali berkurang (go green), dibandingkan dengan lampu CFL yang hanya berkisar 1 tahunan. Kendala utama saat ini adalah harganya yang masih mahal, lebih kurang 3,3 kali harga lampu CFL, namun dalam beberapa waktu ke depan dengan produksi massal harga tentunya semakin murah.
(Tangsel 18oct12)
Lampu LED Dibandingkan Pijar dan Lampu Hemat Energi CFL
Efisiensi energi lampu LED
Efisiensi lampu CFL
Tuesday, October 16, 2012
Lampu LED Super Hemat Energi
Judul lampu LED super hemat energi di atas kiranya tidak berlebihan. Dua hari lalu di salah satu kamar di rumah kita gantikan lampu hemat energi sistem elektronik atau sering disebut CFL (compact fluorecent lamp) merk Osram yang telah digunakan selama lebih dari 1 tahun dengan daya 13 watt, menjadi lampu LED Phillips 9 watt. Setelah diganti, hasilnya secara kasat mata lampu LED terlihat lebih terang, ditaksir sekitar +10% ! Perhatikan foto berikut ini sebelum dan setelah lampu CFL diganti dengan lampu LED.
Foto kiri diambil ketika menggunakan lampu CFL lama berdaya 13 watt, sedangkan sebelah kanan adalah cahaya lampu LED baru berdaya 9 watt yang terlihat lebih terang. Jadi dengan daya watt yang lebih rendah 30% -nya (13 watt berbanding 9 watt) menghasilkan cahaya yang lebih terang +10% ! Kesimpulan sederhananya (bukan hasil penelitian laboratorium), lampu LED lebih irit listrik 40% dibandingkan CFL. Sebagai perbandingan dapat dilihat pada situs ini, dimana disebutkan angka yang lebih rendah 20%.
Sebagai perbandingan harga, harga lampu LED 9 watt lebih mahal sekitar 330% (3 kali lebih) dibandingkan dengan lampu hemat energi CFL 13 watt. Harga CFL Osram di pasaran sekitar 27 ribuan, sedangkan LED Phillips sekitar 90 ribuan. Namun pabrikan mengklaim bahwa lampu LED lebih awet 10 kalinya, disebutkan LED bisa tahan sampai dengan 15 tahun !!! Benar tidaknya, waktu yang akan membuktikan ...
Dengan hasil percobaan tersebut lampu LED cukup menjanjikan pada saat ini, dimana umur pakai jauh lebih panjang dan lebih hemat energi (baca: biaya listrik lebih murah) dan terlebih lagi jika produksinya semakin massal tentu akan menurunkan harga jual.
(Tangsel 16oct12)
Foto kiri diambil ketika menggunakan lampu CFL lama berdaya 13 watt, sedangkan sebelah kanan adalah cahaya lampu LED baru berdaya 9 watt yang terlihat lebih terang. Jadi dengan daya watt yang lebih rendah 30% -nya (13 watt berbanding 9 watt) menghasilkan cahaya yang lebih terang +10% ! Kesimpulan sederhananya (bukan hasil penelitian laboratorium), lampu LED lebih irit listrik 40% dibandingkan CFL. Sebagai perbandingan dapat dilihat pada situs ini, dimana disebutkan angka yang lebih rendah 20%.
Sebagai perbandingan harga, harga lampu LED 9 watt lebih mahal sekitar 330% (3 kali lebih) dibandingkan dengan lampu hemat energi CFL 13 watt. Harga CFL Osram di pasaran sekitar 27 ribuan, sedangkan LED Phillips sekitar 90 ribuan. Namun pabrikan mengklaim bahwa lampu LED lebih awet 10 kalinya, disebutkan LED bisa tahan sampai dengan 15 tahun !!! Benar tidaknya, waktu yang akan membuktikan ...
Dengan hasil percobaan tersebut lampu LED cukup menjanjikan pada saat ini, dimana umur pakai jauh lebih panjang dan lebih hemat energi (baca: biaya listrik lebih murah) dan terlebih lagi jika produksinya semakin massal tentu akan menurunkan harga jual.
(Tangsel 16oct12)
Subscribe to:
Posts (Atom)



